14 Mar 2019

PEMINDAHAN TANAH DENGAN ALAT-ALAT BERAT


KATA PENGANTAR

Segala puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala limpahan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga dapat menyelesaikan  makalah Mata kuliah Alat Berat dan Pemindahan Tanah Mekanis dengan judul “Pemindahan Tanah Mekanis Dengan Alat-alat berat”.
Penulis berharap agar makalah ini dapat membantu teman-teman untuk belajar mengenai Materi Pemindahan Tanah. Dan dapat bermanfaat untuk kita semua. Penulis menyadari kalau isi dalam makalah ini masih banyak kekurangan. Jadi, penulis berharap agar teman-teman sekalian dapat memberikan masukan dan saran yang bersifat membangun.



Jakarta, 16 Oktober 2018



Penulis, Taufiq













DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR-------------------------------------------------------------------------- i
DAFTAR ISI------------------------------------------------------------------------------------- ii
BAB I PENDAHULUAN--------------------------------------------------------------------- 1
Latar Belakang-------------------------------------------------------------------------------- 1
Tujuan Penulisan---------------------------------------------------------------------------- 1
BAB II PEMBAHASAN---------------------------------------------------------------------- 2
A.   Pengertian Alat Berat------------------------------------------------------------------ 2
B.   Pemindahan Tanah Mekanis------------------------------------------------------- 2
C.   Proses Pemindahan Tanah Kerja------------------------------------------------ 3
a.    Pengupasan Lapisan Atas (Top Soil)------------------------------------ 3
b.    Penggalian (Exavating)-------------------------------------------------------- 4
c.    Pengangkutan--------------------------------------------------------------------- 4
d.    Dumping------------------------------------------------------------------------------ 5
D.   Jenis dan Fungsi Alat Berat--------------------------------------------------------- 6
a.    Alat Pengolah Lahan------------------------------------------------------------ 6
b.    Alat Penggali---------------------------------------------------------------------- 11
c.    Alat Pengangkut Material---------------------------------------------------- 14
d.    Alat Pemindahan Marerial--------------------------------------------------- 17
e.    Alat Pemadat---------------------------------------------------------------------- 20
f.     Alat Pemproses Material----------------------------------------------------- 22
g.    Alat Penempatan Akhir Material------------------------------------------- 23
BAB III KESIMPULAN DAN SARAN------------------------------------------------- 24
a.               Kesimpulan------------------------------------------------------------------------ 24
b.               Saran--------------------------------------------------------------------------------- 24
DAFTAR PUSTAKA----------------------------------------------------------------------- 24






BAB I
PENDAHULUAN


Latar Belakang

Banyak pekerjaan konstruksi yang tidak dapat dikerjakan secara manual. Untuk memudahkan suatu pekerjaan, khususnya pekerjaan konstruksi dibutuhkan alat-alat bantuan terutama untuk perkerjaan yang tidak dapat dilakukan secara langsung oleh manusia yaitu dengan menggunakan alat berat.Alat –alat berat yang dikenal dalam ilmu teknik sipil adalah alat yang digunakan untuk membantu manusia dalam melakukan pekerjaan pembangunan suatu struktur.

T ujuan Penulisan

1.    Mengetahui dan memahami apa yang dimaksud dengan alat berat
2.    Mengetahui dan memahami mengenai pemindahan tanah mekanis
3.    Mengetahui jenis-jenis alat berat














BAB II
PEMBAHASAN

A.Pengertian Alat Berat

Alat berat adalah alat bantu yang di gunakan oleh manusia untuk mengerjakan pekerjaan yang berat atau susah untuk di kerjakan dengan tenaga manusia, membantu manusia dalam mengerjakan pekerjaan yang berat. Misal untuk membuat gedung ratusan lantai, manusia menggunakan alat berat untuk mengerjakannya. Penggunaan alat-alat berat yang kurang tepat dengan kondisi dan situasi lapangan pekerjaan akan berpengaruh berupa kerugian antara lain rendahnya produksi, tidak tercapainya jadwal/target yang telah ditentukan, atau kerugian biaya repair yang tidak semestinya.

B.Pemindahan Tanah Mekanis

Pemindahan Tanah Mekanis (PTM) adalah semua pekerjaan yang berhubungan dengan kegiatan penggalian (digging, breaking, loosening), pemuatan (loading), peng-angkutan (hauling, transporting), penimbunan (dumping, filling), perataan (spreading, leveling) dan pemadatan (compacting) tanah atau batuan dengan menggunakan alat-alat mekanis (alat-alat berat/besar). Oleh karena perbedaan kekerasan dari material yang akan digali sangat bervariasi, maka sering dilakukan penggolongan-penggolongan berdasarkan mudah-sukarnya digali dengan peralatan PTM. Adapun salah satu cara penggolongan material tersebut adalah :
a.       Lunak (soft) atau mudah digali (easy digging), misalnya :
·         Tanah atas atau tanah pucuk (top soil)
·         Pasir (sand)
·         Lempung pasiran (sandy clay)
·         Pasir lempungan (clayey sand). 
b.    Agak keras (medium hard digging), misalnya :
·         tanah liat atau lempung (clay) yang basah dan lengket
·         Batuan yang sudah lapuk (weathered rocks)
c.    Sukar digali atau keras (hard digging), misalnya :
·         Batu sabak (slate)
·         Material yang kompak (compacted material)
·         Batuan sedimen (sedimentary rocks)
·         Konglomerat (conglomerate)
·         Breksi (breccia)
d.    Sangat sukar digali atau sangat keras (very hard digging) atau batuan segar (fresh rocks) yang memerlukan pemboran dan peledakan sebelum dapat digali, misalnya :
·         batuan beku segar (fresh igneous rocks)
·         Batuan malihan segar (fresh metamorphic rocks)
Macam-macam material ini juga akan dapat berpengaruh terhadap faktor pengisian (fill factor) dan faktor pengembangan (swell factor) dari tanah/batuan yang digali.

C.Proses Pemindahan Tanah Kerja

Pada dasarnya pekerjaan pemindahan tanah adalah sama yaitu memindahkan material (tanah) dari satu tempat ketempat lain, akan tetapi proses pekerjaan dalam pelaksanaannya dapat berbeda-beda, hal ini dapat dimungkinkan karena adanya faktor-faktor sebagai berikut :
1.      Sifat-sifat fisik materila/ tanah
2.      Jarak angkut/pemindahan
3.      Tujuan akhir pemindahan
a)    Keadaan situasi/kondisi lapangan (topografi)
4.      Tuntutan kualitas
5.      Skala proyek (besar kecilnya proyek)

a)    Pengupasan Lapisan Atas (Top Soil)

Top soil pada pekerjaan konstruksi (jalan, bangunan, dan lain-lain) merupakan material yang harus dibuang karena dapat berakibat kurang stabil terhadap hasil suatu pekerjaan pemindahan tanah. Lainnya halnya jika tujuan pemakaian adalah untuk pertanian/perkebuanan, maka top soil adalah unsur yang sangat berguna sehinggaharus ditangani dengan cermat dan hati-hati sehingga faktor kerusakan serta kehilangan tanah humus tersebut dapat diminimalisir. Begitu pula pada pekerjaan mining, penambangan nickel, timah, dan batu bara dilaksanakan dengan menyisihkan atau menyimpan top soil di suatu tempat, yang nantinya setelah selesai mendapatkan hasil tambang dapat dipakai untuk reklamasi (back felling) sehingga kondisi permukaan tanah bisa dilakukan penanaman kembali (reboisasi). Kegiatan untuk mengupas top soil dinamakan stripping.

b)   Penggalian (Exavating)

Exavating adalah suatu kegiatan penggalian material (tanah) yang akan digunakan atau dibuang. Hal ini dipengaruhioleh 3 kondisi, sebagai berikut :
Kondisi I  :Bila tanah biasa (normal), bisa langsung dilakukan penumpukkan stock atau     langsung dimuat (loading)
Kondisi II :Bila kondisi tanah keras harus dilakukan penggarukkan (ripping) terlebih dahulu,kemudian dilakukan stock pilling dan pemuatan (loading)
Kondisi III            :Bila terlalu keras dimana pekerjaan ripping tidak ekonomis (tidak mampu) meski dilakukan peledakkan (blasting) guna memecah belahkan material terlebih dahulu sebelum dilakukan stock pilling kemudian dilakukan pemuatan (loading)

c)    Pengangkutan

Pengangkutan material (tanah) oleh alat angkut dilakukan dengan menggunakan dump truck, motor scraper,atau wheel loader (load and carry), atau bisa juga dengan bulldozer jika jarak angkut kurang dari 100 meter. Pada hauling yang menggunakan dumptruck biasa pada hauling road mesti dilakukan road maintenance yang biasanya dikerjakan oleh motor grader, bulldozer maupun compactor yang dibantu oleh truck water sprayer.

d)   Dumping

Dumping adalah suatu kegiatan pembuangan material (tanah) dari alat angkut yang biasanya diteruskan dengan 3 tujuan tujuan pekerjaan :
·         Pekerjaan Konstruksi
Dumpingnya diteruskan dengan spreading, grading dan compacting. Alat yang digunakan untuk meratakan dari dumping (spreading) adalah bulldozer, kemudian perataan yang lebih halus (grading) dengan menggunakan motor grader dan selanjutnya dilakukan pemadatan (compacting) dengan menggunakan compactor.

·         Pekerjaan Pertambangan (cement)
Dumpingnya menuju stone crusher kemudian diangkut (hauling) melewati belt conveyor untuk seterusnya dikirim kepabrik (handling product).
·         Pekerjaan Pertambangan (batu bara)
Dumping tanah tutup (over bourden), dibuang ke disposal dan diratakan oleh bulldozer. Demikian pula over bourden untuk nickel maupun timah hampir sama dengan over bourden dengan tambang batu bara.
Sedara sederhana, jenis alat-alat berat yang umum digunakan pada pekerjaan pemindahan tanah diperlihatkan pada tabel berikut :
Tabel C.1 Alat-alat Berat yang Umum Digunakan pada Pekerjaan Pemindahan Tanah
Jenis Pekerjaan
Jenis Alat
Jenis Attachment
-PengupasanTop Soil (Stripping)

-Pemotongan/penggalian




-Penggaruan (Ripping)

-Penumpukkan (Stock Pilling)



-Pemuatan (Loading)




-Pengangkutan



-Penyebaran (Spreading) atau Grading

Penggal
Bulldozer


Bolldozer
Excavator
Scraper
Grader
Dragline
Bulldozer

Bulldozer
Dozer Shovel
Wheel Loader

Dozer Shovel
Wheel Loader
Excavator
Power shovel
Motor Scraper

Dump Truck
Excavator
Wheel Loader

Bulldozer
Motor Grader
Angle Blade, Straight Blade


Angle Blade, Shear Blade




Ripper

Angle Blade, Straight Blade










Angle Blade, Straight Blade


D.  Jenis dan Fungsi Alat Berat
Alat berat dapat dikategorikan ke dalam beberapa klasifikasi. Klasifikasi tersebut adalah klasifikasi fungsional alat berat dan klasifikasi operasional alat Berat. Yang dimaksud dengan klasifikasi fungsional alat adalah pembagian alat tersebut berdasarkan fungsi-fungsi utama alat. Berdasarkan fungsinya alat berat dapat dibagi atas berikut ini.

a) Alat Pengolah Lahan
Kondisi lahan proyek kadang-kadang masih merupakan lahan asli yang harus dipersiapkan sebelum lahan tersebut mulai diolah. Jika pada lahan masih terdapat semak atau pepohonan maka pembukaan lahan dapat dilakukan dengan menggunakan dozer. Untuk pengangkatan lapisan tanah paling atas dapat digunakan scraper. Sedangkan untuk pembentukan permukaan supaya rata selain dozer dapat digunakan juga motor grader. Funsi alat pengolah lahan adalah antara lain untuk:

1.    Mengupas lapis permukaan
2.    Membuka jalan Baru
3.    Menyabarkan Material

                      I.        Dozer
             Dozer merupakan traktor yang dipasang pisau atau blade dibagian depanya. Pisau berfungsi untuk mendorong, atau memotong material yang ada didepanya. Jenis pekerjaan yang biasanya menggunkan dozer atau bulldozer adalah:
·         Mengupas top soil dan pembersihan lahan dari pepohonan
·         Pembukaan jalan baru
·         Memindahkan material pada jarak pendek sampai dengan 100 m
·         Membantu Mengisi material pada scraper
·         Menyebarkan material
·         Mengisi kembali saluran
·         Membersihkan quarry
Dozer terdiri dari tiga bagian, yaitu penggerak utama (prime mover), traktor dan pisau (blade) dibagian depan. Konfigurasi pisau Buldozer.

Ukuran mesin(hp)
60-70
100-150
200
300
400
Berat mesin (ton)
5-8
10-12
16
25
35
Panjang pisau (m)
3
3.5
4
4.5
5
Tinggi pisau (m)
0.8
1
1.2
1.5
1.8

Teknik pengoperasiannya dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi ada dua teknik yang sering digunakan, yaitu side by side dozing dan slot dozing. Pada teknik side by side dozing, dua dozer bekerja secara bersama secara berdampingan, pisau kedua dozer dihimpitkan sedekat mungkin. Untuk teknik slot dozing dibuat semacam penghalang disisi piasu, yang berfungsi untuk menghindari adanya spillage dari dozer .

Dozer

                            II.        Scraper
              Scraper adalah alat berat yang berfungsi untuk mengeruk, mengangkut, dan menabur tanah hasil pengerukan secara berlapis. Scraper dapa digunkan sebagai alat pengankutan untuk jarak yang relative jauh (±2000 m) pada tanah datar dengan alat penggerak roda ban. Pemilihan scraper untuk pekerjaan ini tergantung pada:
·         Karasteristik material yang dioperasikan
·         Panjang jarak tempuh
·         Kondisi jalan
·         Alat bantu yang diperlukan
Scraper umumnya digolongkan berdasarkan tipenya, scraper yang ditarik (towed sraper), scraper bermotor (motorized scraper) dan scraper yang mengisi sendiri (self loading scraper). Towed scraper umumnya ditarik crawler traktor dengan kekuatan mesin 300 hp atau lebih. Scraper jenis ini dapat menampung material sebanyak 8-30m3
Towed scraper dalam pelaksananya dibantu alat lain seperti dozer.Alat ini bekerja dengan kecepatan gerak lamban, namun kelebihan dari alat ini adalah:
·         Mengangkut Heavy load
·         Berputar pada radius kecil
·         Menyebrkan material secara merata tanpa memerlukan alat lain
·         Ekonomis pada pekerjaan pembukaan lahan
            Daya tampung motorized scraper adalah sebanyak 15-30 m. Motorized   scraper  mempunyai kekuatan 500 hp atau lebih dengan kecepatan mencapai 60 km/jam karena menggunkan alat penggerak ban.

Tabel Nilai FT (menit)
Kegiatan
Kecepatan Pengangkutan rata – rata
8-12 km/jam
12.5-24 km/jam
24-48 km/jam
1*
2*
3*
1*
2*
3*
1*
2*
3*
Pemuatan
Pembongkaran & memutar
Percepatan & perlambatan
0.8
0.4
0.3
1.0
0.5
0.4
1.4
0.6
0.6
0.8
0.4
0.6
1.0
0.5
0.8
1.4
0.6
1.0
0.8
0.4
1.0
1.0
0.5
1.5
1.4
0.6
2.0
Total
1.5
1.9
2.6
1.8
2.3
3.0
2.2
3.0
4.0
1* = kondisi baik
2* = kondisi sedang
3* = kondisi buruk
 Scraper
                           III.        Motor Grader
            Motor grader merupakan alat perata yang mempunyai banyak macam kegunaan. Pada umumnya grader digunakan dalam proyek dan perawatan jalan dan dengan kemampuanya dalam bergerak, motor grader sering digunakan dalam proyek lapangan terbang.
            Motor grader mempunyai fungsi bermacam – macam, antara lain:
·         Meratakan dan membentuk permukaan
·         Merawat jalan
·         Mengupas tanah
·         Menyebarkan material ringan
Motor grader terdiri dari enam bagian utama, yaitu penggerak (prime mover), kerangka (frame), pisau (moldboard), sacrifier, circle, dan drawbar. Alat penggeraknya adalah roda ban yang terletak dibelakang.
Rata – rata kecepatan Motor Grader
Pekerjaan
Kecepatan (km/jam)
Membuat slope
4
Menggali saluran
4 - 6.4
Perataan akhir
6.5 – 14.5
Perawatan jalan
6.4 – 9.7
Pencampuran
14.5 – 32.2
Penebaran material
9.7 – 14.5

Motor Grader

b. Alat Penggali

            Jenis alat ini dikenal juga dengan istilah excavator. Beberapa alat berat digunakan untuk menggali tanah dan batuan. Yang termasuk didalam kategori ini adalah front shovel, backhoe, dragline, dan clamshell.

I.              Backhoe

            Pengoperasian backhoe umumnya untuk menggali saluran, terowongan, atau basement. Backhoe terdiri dari enam bagian utama, yaitu struktur atas yang dapat berputar, boom, lengan (arm), bucket, slewing ring, dan struktur bawah boom, lengan dan bucket digerakan oleh sistem hidrolis. Struktur bawah adalah penggerak utama yang dapat berupa roda ban atau roda crawler. Cara kerja backhoe pada saat penggalian adalah sebagai berikut:

·         Boom dan bucket bergerak maju
·         Bucket digerakan menuju alat
·         Bucket melakukan penetrasi kedalam tanah
·         Bucket yang telah penuh diangkat
·         Struktur atas berputar
·         Bucket diayun sampai material didalamnya keluar
Waktu siklus Backhoe beroda crawler (menit)
Jenis materi
Ukuran alat
£ 0.76 m3
0.94 – 1.72 m3
> 0.76 m3
Kerikil, pasir, tanah organic
0.24
0.30
0.40
Tanah, lempung lunak
0.30
0.375
0.50
Batuan, lempung lunak
0.375
0.462
0.60
Backhoe/Exavator


II.            Front shovel
            Front shovel digunakan untuk menggali material yang diletakan diatas permukaan dimana alat tersebut berada. Alat ini mempunyai kemampuan untuk menggali material yang keras. Jika material yang akan digali lunak, maka font shovel mengalami kesulitan. Langkah – langkah pekerjaanya adalahsebagai berikut:
·         Gerakan bucket kedepan sampai bagian ujung bucket menyentuh material
·         Gerakan bucket keatas yang bertujuan untuk menggaruk tebing sehingga bucket terisi
·         Tarik bucket kearah alat saat sudah terisi penuh material
·         Struktur atas berputar untuk pembongkaran material baik dengan membentuk timbunan pada truk
·         Saat posisi tebing sudah jauh dari jangkauan, alat digerakan mendekati tebing untuk pekerjaan penggalian selanjutnya.

III.           Dragline
Dragline merupakan alat gali yang dipakai untuk menggali material dengan jangkauan yang lebih jauh dari alat – alat gali lainya. Ketinggian timbunan hasil pembongkaran, radius pergerakan dan jangkauan penggalian dragline lebih besar disbanding dengan front shovel, untuk kapasitas yang sama maka penggunaan dragline akan memberikan jangkauan yang lebih jauh. Namun dilihat dari segi produktivitasnya , dengan kapasitas yang sama maka produktivitas front shovel lebih lebih besar dari pada produktivitas dragline.
IV.          Clamshell
            Pada umumnya clamshell digunakan untuk penggalian tanah lepas seperti pasir, kerikil, batu pecah, dan lain – lain. Clamshell mengangkat material secara vertical. Ukuran bucket pada clamshell berfareasiantara ringan sampai berat. Bucket yang ringan biasanya digunakan untuk memindahkan material sedangkan yang berat untuk menggali. Pad bucket yang berukuran berat umumnya dipasang gigi yang membantu alat dalam menggali material. Dalam pemilihan pemilihan bucket perlu di perhatikan bahwa bucketyang berat akan mempersulit pengangkutan namun membantu penggalian.secara detail cara kerja clamshell pada saat pengisian bucket adalah:
·         Bucket digantungkan pada kepala crane melalui hoist cable
·         Kemudian tag kabel dilepas
·         Bucket turun karena beratnya sendiri dan rahangnya membuka
·         Untuk mengisi bucket, rahang ditutup dengan menarik tag kabel



                                                            Clamshell
c. Alat Pengangkut Material

            Crane termasuk di dalam kategori alat pengangkut material karena alat ini dapat mengangkut material secara vertical dan kemudian memindahkannya secara horizontal pada jarak jangkau yang relative kecil. Untuk pengangkutan material lepas (loose material) dengan jarak tempuh yang relative jauh, alat yang digunakan dapat berupa belt, truck dan wagon. Alat-alat ini memerlukan alat lain yang membantu memuat material ke dalamnya.

                    I.        Crane

            Alat pengangkutan vertical atau alat pengangkut yang biasa digunakan didalam proyek konstruksi adalah crane. Cara kerja crane sebagai alat angkat adalah dengan mengangkat secara vertikal material yang akan dipindahkan, memindahkan secara horizontal, kemudian menurunkan material ditempat yang diinginkan. Macam – macam crane digolongkan menjadi:
·         Crane dengan penggerak
·         Struktur atas crane dengan penggerak
·         Tower crane
            Crane dengan penggerak artinya crane tersebut dapat melakukan mobilisasi dari suatu tempat ke tempat lain. Crane yang mempunyai kemampuan bergerak ini terdiri atas tiga jenis yaitu clawler mounting (crane beroda clawler), Truck crane, dan whell mounted crane.
            Struktur atas crane dengan penggerak, boom pada crane dengan penggerak dapat berupa lattice boom dan telescopic boom. Latice boom adalah boom crane yang terdiri dari rangkaian baja sedangkan telescopic boom adalah boom hidrolis yang panjang pendeknya diatur dengan menggunakan silinder hidrolis.
            Tower crane digunakan untuk mengangkat material secara vertikal dan horizontal kesuatu tempat yang tinggi pada ruang gerak tewrbtas. Beberpa pertimbangan perlu diprhatikan dalam pemilihan alat ini adalah:
·         Kondisi lapangan tidak luas
·         Ketinggian tidak terjangkau oleh alat lain
·         Penggerak alat tidak perlu
            Jenis alat ini antara lain free standing crane, rail monted crane, tied in crane, climbing crane



                  II.        Truk

Truk sangat efisien untuk pengangkutan jarak jauh. Kelebihan truk disbanding alat lain:
·         Kecepatan lebih tinggi
·         Kapasitas besar
·         Biaya operasional kecil
·         Kebutuhanya dapat disesuaikan dengan kapasitas alat gali
 Klasifikasi truk berdasarkanfaktor:
·         Ukuran, tipe mesin dan bahan bakar
·         Jumlah roda,asdan cara penyetiran
·         Metode pembongkaran muatan
·         Kapasitas
·         Sistem pembongkaran ( rear dump, bottom dump, dan side dum )


Kapasitas dan berat truk:
Tipe truk
Heaped capacity m3(yd3)
Struck capacity m3(yd3)
Berat kosong kg (lb)
Berat maksimum  kg (lb)
769 C
23.6
30.9
17.5
22.9
31178
68750
67586
149000
773 B
34.1
44.6
26
34
39396
86869
92534
204000
777 C
51.3
67.1
36.4
47.6
60055
132442
146966
324000
Rear Dump

d. Alat Pemindahan Material

            Yang termasuk dalam kategori ini adalah alat yang biasanya tidak digunakan sebagai alat transportasi tetapi digunakan untuk memindahkan material dari satu alat ke alat yang lain. Loader dan dozer adalah alat pemindahan material.

I . loader

            Loader adalah alat umum yang dipakai dalam proyek konstruksi untuk pekerjaan pemuatan material hasil penggalian ke dalam truk atau membuat tiumbunan material. Jarak tempuh loader biasanya tidak terlalau jauh  . pada baian depan loader terdapat bucket sehinggal alat ini umumnya disebut front-end loader. alat penggerak dapat diklasifikasikan sebagai roda crawlwr atau ban.
            Kapasitas angkat loader dipengaruhi aleh beberapa factor . factor itu antara lain,berat mesin, lokasi titik berat alat, panjang radius, tenaga alat. Sementara produktivitas alat dipengaruhi oleh factor, kondisi material, tipe bucket dan kapasitasnya, area untuk penggerak loader, waktu siklus, loader, waktu efisien loader.
            Factor pemuatan bucket:
Material
Factor
Material seragam atau campuran
0.95-1.00
Batu kerikil
0.85-0.90
Batu hasil peledakan (baik)
0.80-0.95
Batu hasil peledakan (rata -rata)
0.75-0.90
Batu hasil peledakan (buruk)
0.60-0.75
Batuan berlumpur
1.00-1.20
Lanau basah
1.00-1.10
Material beton
0.85-0.95
           
Waktu muat (menit):
Material
LT
Berbutir seragam
0.03-0.05
Berbutir campuran dan basah
0.03-0.06
Lanau basah
0.03-0.07
Tanah atau kerikil
0.04-0.20
Material Berbeton
0.05-0.20

            Kapasitas Bucket
Tipe loder
Heaped capacity m(yd3)
Struck capacity m(yd3)
910 F
1.20 (1.60)
1.02 (1.33)
918 F
1.70 (2.25)
1.40 (1.80)
928 F
2.00 (2.60)
1.70 (2.25)
930 T
1.72 (2.25)
1.29 (1.69)

Loader





e. Alat Pemadat

            Jika pada suatu lahan dilakukan pembunan maka pada lahan tersebut perlu dilakukan pemadatan. Pemadatan juga dilakukan untuk pembuatan jalan, baik untuk jalan tanah dan jalan dengan perkerasan lentur maupun perkerasan kaku. Yang termasuk sebagai alat pemadat adalah tamping roller, pneumatic-tired roller, compactor, dan lain-lain.
           
I.              Tamping Roller

            Yang disebut tamping roller adalah alat pemadat yang berupa sheep’s foot roller. Dalam pengoperasianya, tamping roller ada yang dapat bergerak sendiri maupun di tarik oleh alat lain. Jenis alat ini mempunyai roda baja yang pada permukaanya terdapat gigi-gigi.



II.            Smooth – wheel Roller
           
            Jenis alat ini memakai metode statis dan dibagi berdasar tipe beratnya. Berat smooth-wheel roller ditentukan dalam ton. Kadang – kadang berat alat ini ditingkatka dengan cara diberi pemberat dari air atau pasir. Jika spesifikasi sebuah alat 8-14 ton maka berat tanpa pemberat adalah 8 ton dan berat maksimum pemberat adalah 6 ton. Roda alat pemadat ini adalah baja dengan permukaan rata. Jumlah rodanya 1 (single-axel roller), 2 (tandem roller), 3 (three-wheeled roller).



III.           Pneumatic-tired Roller

            Tekanan alat pada permukaan tanah diatur dengan cara mengatur lebar ban, dan mengatur tekanan ban. Tekanan pada ban diatur sesuai dengan kondisi tanah. Untuk pekerjaan pemadatan tanah alat ini memerlukan 4 sampai 8 pass. Sedangkan untuk pemadatan jalan dilakukan dengan 4 sampai 6 pass. Kecepatan pemadatan yang paling baik adalah 20 kpj (maju dan mundur). Proses pemadatan alat ini menggunkan gabungan antara metode kneading action dan static weight.





IV.          Vibrating Compactor

            Dengan alat ini jenis material seperti pasir, kerikil, dan batuan pecah dapat dipadatkan dengan lebih baik karena alat ini memberikan tekanan dan getaran terhadap material dibawahnya. Zalat yang mempunyai roda depan besi dan roda belakang karet digunakan untuk pemadatan tanah. Paada roda karet terdapat kembang yang berfungsi untuk  menjaga agar alat mengalami slip. 

f. Alat Pemroses Material

            Alat ini dipakai untuk mengubah batuan dan mineral alam menjadi suatu bentuk dan ukuran yang diinginkan. Hasil dari alat ini misalnya adalah batuan bergradasi, semen, beton, dan aspal. Yang termasuk didalam alat ini adalah crusher dan concrete mixer truck. Alat yang dapat mencampur material-material di atas juga dikategorikan ke dalam alat pemroses material seperti concrete batch plant dan asphalt mixing plant.

I.              Crusher

            Crusher terdiri dari beberapa bagian, yaitu crusher primer, crusher sekunder, crusher tersier. Crusher yang memecahkan batuan dengan memeberikan tekanan pada batuan adalah jaw, gyratory, dan roll crusher.
            Pada saat batuan masuk kedalam crusher maka terjadi reduksi ukuran batuan tersebut. Reduksi tersebut ditetapkan dalam rasio reduksi  yang dapat dilihat pada table berikut:

Tipe crusher
Rasio reduksi
Jaw
4:1 – 9:1
Gyratory
      True
      Cone (standard)

3:1 – 10:1
4:1 – 6:1
Roll
      Singel roll
      Double roll

Maksimum 7:1
Maksimum 3:1
Impact
Sampai 15:1

g. Alat Penempatan Akhir Material

            Alat digolongkan pada kategori ini karena fungsinya yaitu untuk menempatkan material pada tempat yang telah ditentukan. Ditempat atau lokasi ini material disebarkan secara merata dan dipadatkan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Yang termasuk di dalam kategori ini adalah concrete spreader, asphalt paver, motor grader, dan alat pemadat.












BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN

a.     Kesimpulan

Setiap pekerjaan pemindahan material (tanah) digunakan alat yang berbeda sesuai fungsi dan tujuan dari pekerjaan pemindahan. Alat-alat yang umum digunakan diantaranya, Bolldozer, Excavator, Scraper, Grader, Dragline, Bulldozer, dll.

b.     Saran

Jika melakukan pekerjaan pemindahan material (tanah) digunakan alat sesuai fungsi dan tujuan dari pemindahan material tersebut. Agar dapat menghindari hal-hal yang tidak dininginkan dan menghemat pengeluaran.

 

~ ~ ~

DAFTAR PUSTAKA

Gambar, google.com

Share: