Metode Perawatan Konstruksi Baja
(Pengecatan/ coating,Membuat baja Stainless, Proteksi katodik & Hot Dip Galvanis/dicelup)
Disusun Oleh,
NAMA : TAUFIQ HIDAYAT
NIM : 1522201123
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH TANGERANG
2021
DAFTAR ISI
BAB I
PENDAHULUAN
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Metode Pengecatan/Coating Baja
2.2 Membuat baja Steinless
2.3 Hot Dip Galvanis
BAB III
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
Struktur baja adalah salah satu struktur bangunan yang paling umum digunakan. Pemeliharaan struktur baja yang benar akan sangat memperpanjang masa kerja struktur baja.
Oleh karena itu, pemeliharaan struktur baja harus melakukan pemeriksaan rutin dan pemeliharaan struktur baja dalam kehidupan sehari-hari untuk menjamin keamanan pengguna. Serta metode perawatan yang benar pada konstruksi baja.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Metode Pengecatan/Coating Baja
Secara umum pekerjaan ini dibagi menjadi dua kategori yaitu :
1. pelapisan ulang (overcoating) dan pelapisan baru dengan pengupasan (repair coating). Pelapisan ulang (overcoating) adalah pekerjaan perbaikan cat pada lapisan antara (intermediate coat), dan lapiran akhir (top coat), untuk lapisan utama (primer coat) masih menggunakan lapis eksisting.
2. Pelapisan baru dengan pengupasan adalah pekerjaan perbaikan cat menyeluruh dengan cara mengupas lapisan cat eksisting hingga lapisan primer dan memberikan lapisan cat baru baik lapisan utama, lapisan antara dan lapisan akhir.
Penentuan kategori pelapisan ulang atau pelapisan baru dengan pengupasan dilakukan dengan memperhitungkan tingkat resiko elemen yang akan dilakukan lapis ulang lapisan pelindung. Pemisahan tingkat resiko dipisahkan menjadi dua kriteria yaitu elemen struktur kritis dan elemen umum. Elemen yang dikategorikan elemen struktur kritis adalah bagian sambungan baik baut maupun las, hangar kabel penggantung, angkur stressing dan bagian-bagian lain yang memiliki tegangan setempat yang tinggi. Elemen umum adalah elemen-elemen jembatan yang tidak tercakup pada elemen struktur kritis.
Pekerjaan ini meliputi pekerjaan persiapan alat-alat dan bahan, pembersihannpermukaan elemen baja, pelapisan dengan bahan pelindung/ coating dengan ketebalan pelapisan tertentu yang dijelaskan dalam persyaratan.
Dalam spesifikasi ini tidak mencakup pekerjaan perbaikan kerusakan pada struktur baja. Apabila struktur baja yang akan dilakukan pengecatan mengalami kerusakan, terlebih dahulu harus dilakukan perbaikan sesuai dengan spesifikasi yang berlaku sebelum pekerjaan ini dilaksanakan.
Pekerjaan dilaksanakan menggunakan bahan yang telah ditentukan di dalam spesifikasi ini atau yang disetujui oleh Direksi Teknik.
Penilaian Kondisi Kerusakan
Penilaian kondisi kerusakan didasarkan pada tingkat korosi yang terjadi pada elemen baja. Penilaian tingkat korosi dinyatakan dalam derajat kerusakan yang menyatakan volume korosi yang terjadi pada elemen baja. Secara umum, derajat kerusakan dijelaskan
pada tabel berikut:
Penentuan kategori pelapisan ulang atau pelapisan baru dengan pengupasan dilakukan dengan memperhitungkan tingkat resiko elemen dan derajat kerusakan. secara umum, penentuan kategori pelapisan ulang atau pelapisan baru dengan pengupasan dirangkum
pada tabel berikut:
Persyaratan Bahan
Pelaksanaan pekerjaan ini dipisahkan menjadi 2 (dua) kategori yaitu overcoating dan repair coating. Perbedaan antara kedua kategori ini adalah lapis utama (primer coat) yang dipergunakan dalam aplikasi pengecatan.
Pada overcoating tidak dipergunakan lapis utama baru namun menggunakan lapis utama cat eksisting yang masih terpasang pada elemen baja. Sedangkan repair coating menggunakan lapis utama baru karena seluruh lapis pelindung eksisting dikupas/dibongkar.
Secara umum bahan yang dipergunakan harus memiliki sifat sebagai berikut :
1. Daya tahan yang lebih lama dan sempurna, tidak berubah warna dalam waktu lama.
2. Hasil coating yang merekat sangat sempurna (excellent adhesiveness).
3. Tahan terhadap abrasi, tekanan, dan pengaruh kimia.
4. Tahan terhadap minyak dan gesekan mekanis lainnya.
5. Tahan terhadap pengaruh lingkungan, air laut, karbonasi dan asam.
6. Ramah lingkungan
7. Anti graffiti paint.
- Lapisan pertama (primary coat) 100 mikrons. Lapisan primary coat adalah lapisan utama dalam pekerjaan pengecatan, umumnya lapisan ini dapat mempergunakan bahan yang berbahan dasar minyak (oil/solvent based). Material ini memiliki sifat yang mudah dalam pengaplikasiannya dalam hal ini hanya perlu menambahkan thinner dalam proses pencampurannya. Alat yang dipergunakan dapat menggunakan alat sederhana seperti : kuas, roller dan alat penyemprot. Material ini terdiri dari 2 (dua) bagian yaitu base dan activator yang kemudian dicampur.
- Material bahan yang berbahan dasar minyak (oil base), pada umumnya merupakan komponen zinc. Sifat dasar dari bahan ini adalah tahan terhadap aus/ gesekan, tahan terhadap perubahan temperatur dan tahan terhadap serangan kimia. Cat ini harus mampu mengikat lapisan berikutnya, sehingga mengurangi penyebaran korosi yang terjadi terutama pada bagian-bagian yang retak atau pecah dari lapisan cat. Apabila dianggap diperlukan untuk memberikan perlindungan lebih dari kemungkinan korosi pda elemen struktur kritis, penyedia jasa dapat memberikan lapisan sealant di bawah lapisan primer dengan persetujuan Direksi Pekerjaan. Pada kategori pelapisan ulang (overcoat), lapisan pertama masih menggunakan lapisan cat eksisting.
- Bahan Untuk Pelapisan Kedua (125 mikrons) Pekerjaan pelapisan kedua merupakan lapisan pelindung untuk lapisan primary coat, lapisan ini dipergunakan tergantung dari kebutuhan lapisan primary coat masing-masing produsen.
- Bahan Untuk Pelapisan Akhir (Top Coat) 60 mikrons Pekerjaan pelapisan akhir berbahan dasar Polyurethane. Warna cat untuk lapisan atas yang dipilih harus mendapatkan persetujuan dari Direksi Pekerjaan
Persyaratan Peralatan
Pekerjaan Pekerjan Pelapisan Ulang Cat Elemen Baja mempergunakan beberapa peralatan-peralatan yang dijelaskan berikut ini :
1. Alat ukur ketebalan WFT untuk mengukur ketebalan cat pada kondisi basah
2. Coating Thickness Gauge Untuk mengukur ketebalan cat pada kondisi kering
3. Kendaraan pick-up/truk untuk mengangkut bahan-bahan dan alat
4. Air Compressor Untuk membersihkan permukaan baja yang kotor
5. Support untuk menjangkau tempat-tempat yang sulit dikerjakan
6. Alat Bantu : Perancah, Sand Paper, Pahat, Palu, Tangga, Tali
7. Tambang,
8. Ember,
9. Kuas,
10. Roll,
11. Sprayer dan lain-lain.
Peralatan yang dipergunakan tidak terbatas pada yang ditentukan pada persyaratan ini. Peralatan lain dapat dipergunakan berdasarkan kebutuhan lapangan dan harus berdasarkan persetujuan direksi pekerjaan.
Persyaratan Kerja
a) Kondisi Lingkungan Yang Diijinkan
1. Pekerjaan Lapis Ulang Lapisan Pelindung Elemen Baja Kritis Pada Jembatan Pelengkung Baja harus dilaksanakan dalam kondisi sebagai berikut:
2. Temperatur udara dan temperatur cat adalah antara 17 °C sampai 46 °C.
3. Temperatur permukaan baja antara 17 °C sampai 46 °C atau 3 °C di atas Dew point.
4. Tidak dalam cuaca mendung, basah atau hujan
5. Kondisi permukaan baja harus tidak ada tetesan air, harus kering, dan harus tersedia perlindungan apabila terjadi hujan atau turunnya kabut.
6. Kelembapan relatif harus sesuai dengan jenis cat yang akan digunakan atau <85 p="">erdapat prediksi temperatur lingkungan yang akan tetap berada di atas 17 °C selama periode pengeringan cat.
7. Pelaksanaan pekerjaan diluar dari persyaratan yang ditetapkan dapat dilakukan selama memenuhi kriteria temperatur, kelembaban dan kriteria lainnya sesuai dengan persyaratan pabrik pembuat dan mendapatkan persetujuan dari Direksi Pekerjaan.
b) Kondisi Tempat Kerja
Harus terdapat penerangan dan ventilasi yang cukup selama proses blasting dan pengecatan. Untuk mencegah terjadinya pencemaran/pengrusakan lingkungan yang mungkin diakibatkan pekerjaan ini, penyedia jasa wajib menyediakan fasilitas pengaman/pelindung dan disetujui oleh Direksi Pekerjaan.
c) Ketentuan Lalu Lintas
Lalu lintas pada tempat kerja harus diatur sedemikian sehingga tidak menimbulkan gangguan selama pelaksanaan pekerjaan berlangsung.
Pengajuan Kesiapan Kerja
1. Penyedia jasa harus mengajukan jenis bahan yang akan digunakan kepada Direksi Teknis dengan mengirimkan contoh bahan beserta dengan sertifikat yang merupakan jaminan keaslian produk sesuai dengan spesifikasi yang disyaratkan diatas.
2. Penyedia jasa memberikan penjelasan mengenai metode pelaksanaan pekerjaan beserta peralatan yang akan dipergunakan dan jadwal pelaksanaannya.
3. Penyedia jasa juga harus mempunyai alat pengukur ketebalan cat untuk mengukur ketebalan cat pada kondisi akhir pekerjaan/ kering.
4. Penyedia jasa sebelum melakukan pekerjaan harus memberitahu kepada Direksi Teknis secara tertulis sekurang-kurangnya 24 jam, penyedia jasa baru diperkenankan melakukan pekerjaan setelah mendapat persetujuan dari Direksi Teknis.
Pelaksanaan Pekerjaan
a. Pekerjaan Pembersihan Elemen Baja
Permukaan elemen baja yang akan dilakukan pengecatan, harus terlebih dahulu dibersihkan dari kotoran, debu, minyak dan sejenisnya untuk mengindari perlemahan pada ikatan bahan dengan menggunakan alat berupa sikat baja, amplas dan alat bertekanan tinggi untuk membersihkan secara tuntas semua permukaan. Pembersihan elemen baja dapat berupa:
- Abrasive blast cleaning, Metode ini digunakan untuk pembersihan permukaan seluruh rangka baja utama jembatan dengan menggunakan material yang telah dipersyaratkan hingga mencapai standar tingkat kebersihan minimum Sa 2.5 (Swedish Institution Standards) atau setara dengan SP-10 (SSPC)
- Handtools dan atau Powertools cleaning, Untuk bagian-bagian yang tidak dapat dibersihkan dengan menggunakan metoda Abrasive blast, maka persiapan permukaan dengan metode Handtools / Powertools cleaning dapat dilakukan hingga mencapai standar tingkat kebersihan minimum St -2 untuk Handtools atau St-3 untuk Powertools (Swedish Institution Standards). Powertools juga digunakan untuk menumpulkan permukaan tepi baja dan sudutsudut yang runcing.
b. Pencampuran Bahan Lapisan Utama
Pencampuran bahan lapis utama (primary coat) sesuai dengan standar pencampuran yang dikeluarkan pabrik pembuat. Dapat digunakan penambahan bahan pengencer yang telah ditentukan oleh pabrik pembuat. Waktu pencampuran campuran lapisan utama antara 30 sampai 60 menit dengan temperatur udara lingkungan sesuai ketentuan dari pabrik pembuat.
c. Pekerjaan Pelapisan Utama
Pelapisan utama (primary coat) dilakukan diatas lapisan dasar yang berupa bahan baja. Lapisan ini terdiri dari dua tahap pada seluruh permukaan baja. Lapisan ini dikerjakan menggunakan roll dan kuas. Ketebalan lapisan ini sesuai dengan yang disyaratkan dalam spesifikasi ini atau sesuai dengan persyaratan ketebalan yang ditentukan pabrik pembuat.
d. Curing Lapisan Utama
Curing pada pekerjaan pelapisan utama dilakukan dengan cara mendiamkan permukaan selama ± 6 – 8 jam tanpa perlu perawatan lebih lanjut. Namun jika kondisi dilapangan tidak mendesak, sebaiknya curing dilakukan dalam waktu maksimal 3 hari untuk mencapai mutu/kualitas pekerjaan secara maksimal.
e. Pencampuran Bahan Lapisan Akhir
Permukaan elemen baja yang telah dilakukan pelapisan utama, diberikan lapisan akhir yang terlebih dahulu sesuai dengan spesifikasi yang diberikan oleh pabrik pembuat. Waktu pencampuran ini antara 30 sampai 60 menit dengan temperatur udara lingkungan sesuai ketentuan dari pabrik.
Pengendaian Mutu
(1) Penyimpanan Dan Perlindungan Bahan
Bahan-bahan yang sudah diterima harus disimpan ditempat yang kering dan teduh, bahan tidak boleh dibuka di lokasi penyimpanan. Bila terdapat sisa bahan hasil pekerjaan harus dibungkus dengan menggunakan plastik sehingga bahan tidak mengeras dan terjadi perubahan komposisi kimia akibat terpengaruh kondisi lingkungan.
(2) Jaminan Mutu
Mutu bahan yang dipasok, kecakapan kerja dan hasil akhir harus dipantau dan dikendalikan sebagaimana yang disyaratkan dalam Standar Rujukan yang ada.
(3) Penggantian Terhadap Pekerjaan Yang Tidak Memenuhi Ketentuan
Selama pengangkutan, penyimpanan, penanganan atau pemasangan, bahan cat yang mengalami kerusakan berat seperti berubahan warna, mengeras, kaleng yang bocor harus diganti dengan bahan cat yang baru.
Pekerjaan yang tidak memenuhi persyaratan atau spesifikasi ini, seperti pengecatan yang tidak rata dan bergelombang dan lain lain harus dibongkar dan diperbaiki kembali sesuai dengan persyaratan atau sesuai dengan persetujuan dari Direksi Teknis.
Yang perlu diperhatikan dalam pengendalian mutu hasil pelaksanaan pekerjaan adalah pemeriksaan ketebalan coating dan cat yang telah diaplikasikan. Dilakukan pengujian dengan alat sesuai dengan kondisinya yaitu dengan alat untuk pemeriksaan ketebalan cat pada saat cat sudah mengering. Pemeriksaan tersebut dimaksudkan untuk memastikan kondisi solid content cat yang diaplikasikan pada permukaan baja. Warna hasil pengecatan harus merata dan tidak ada indikasi akan timbulnya berbedaan warna untuk semua permukaan maupun lokasi yang sulit terjangkau dengan ketebalan sesuai dengan persyaratan.
2.2 Membuat baja Steinless
Proses Pembuatan Baja Tahan Karat (Stainless Steel)
Baja pada dasarnya adalah paduan besi-karbon dengan kadar karbon tidak lebih dari 2,0 %, selain itu juga mengandung sejumlah unsur paduan dan unsur pengotoran. Baja dibuat dari besi kasar atau besi spons dengan mengurangi kadar karbon dan unsur lain yang kurang disukai. Ada beberapa macam cara pembuatan baja, antara lain :
1.Konvertor
2.Open hearth furnance
3.Dapur listrik
Bahan baku pembuatan stainless steel diantaranya sebagai berikut:
1.Besi kasar cair(pig iron) atau berupa Besi spons (sponge iron) (65-85%).
2.Skrap baja (15-35%),
Bahan baku paduan dalam pembuatan stainless steel diantaranya sebaai berikut :
1.Carbon (C)
Unsur ini dapat membuat baja tetap kuat pada suhu tinggi.
2.Chromium (Cr)
Unsur ini dapat membuat baja menjadi lebih keras, tahan gesekan, tahan korosi, dan tahan temperature tinggi. Dengan sifat-sifat itu membuat baja paduan ini baik untuk bahan poros, dan roda gigi. Penambahan unsur chromium biasanya diikuti dengan penambahan nikel.
3.Silikon (Si)
Pada konsentrasi tinggi membuat baja tahan kondisi asam, pada konsentrasi rendah memperbaiki sifat megnetik dan sifat listrik baja.
4.Nikel (Ni)
Unsur campuran yang digunakan sebagai bahan dasar untuk beberapa kelompok dari stainless steel. Nikel memberikan derajat kelenturan yang tinggi (mampu berubah bentuk tanpa pecah) dan tahan terhadap karat (korosi). Hampir 65% dari semua nikel digunakan pada pembuatan stainless steel.
5.Molibedenum (Mo)
Molibdenum akan memperbaiki baja menjadi tahan terhadap suhu yang tinggi,kuat dan memperbaiki kekerasan baja,. Baja paduan ini biasa digunakan sebagai bahan untuk membuat alat-alat potong, misalnya pahat.
6.Wolfram (W)
Unsur ini memberikan pengaruh yang sama seperti pada penambahan molibdenum dan biasanya juga dicampur dengan unsur nikel (Ni) dan chromium (Cr). Baja paduan ini memiliki sifat tahan terhadap suhu yang tinggi, karenanya banyak digunakan untuk bahan membuat pahat potong yang lebih dikenal dengan nama baja potong cepat (HSS /Hight Speed Steel).
7.Vanadium (V)
Penambahan unsur ini akan memperbaiki struktur kristal baja menjadi halus, memperkuat baja dan meningkatkan ketahanan baja terhadap panas. Terlebih bila dicampur dengan chromium. Baja paduan ini digunakan untuk membuat roda gigi, batang penggerak, dan sebagainya.
8.Kobalt (Co)
Kobalt (Co) dengan penambahan unsur ini akan memperbaiki sifat kekerasan baja meningkatkan kualitas baja, serta tetap keras pada suhu yang tinggi. Baja paduan ini banyak digunakan untuk konstruksi pesawat terbang atau konstruksi yang harus tahan panas.
1.Proses Menggunakan Konvertor
Konvertor terbuat dari baja dengan mulut terbuka (untuk memasukkan bahan baku dan mengeluarkan cairan logam)
a.Proses BessemerProses
Bessemer adalah
2.Proses Thomas
Proses Thomas adalah suatu proses pembuatan baja yang dilakukan di dalam konvertor yang bagian dalamnya dilapisi dengan batu tahan api dari bahan karbonat kalsium dan magnesium karbonat (CaCO3+ MgCO3) yang disebut "dolomit".
3.Proses Siemens Martin
Proses tungku terbuka disebut juga proses Siemens Martin, yang disesuaikan dengan nama ahli penemu proses tersebut.
3.2 Proses Open Hearth Furnace( Proses terbuka)Tanur berupa piringan datar yang besar.
3.3 Proses Dapur Listrik
Baja yang berkualitas tinggi dihasilkan apabila, dilakukanpengontrolan temperatur peleburan.dan memperkecil unsur-unsur campuran di dalam baja yang dilakukan selama proses pemurnian. Proses pengolahan seperti ini, dilakukan dengan menggunakan dapur listrik. Pada awal pemurnian baja menggunakan dapur tungku terbuka atau konvertor, selanjutnya dilakukan di dalam dapur listrik sehingga diperoleh baja yang berkualitas tinggi.
Dapur listrik terdiri dari dua jenis, yaitu dapur listrik busur nyala dan dapur induksi frekuensi tinggi.
1. Dapur listrik busur nyala
2. Dapur induksi frekuensi tinggi
2.3 Metode Hot Dip Galvanis
Proses pelapisan galvanizing dapat ditemukan hampir di setiap aplikasi dan
industri penting dimana bahan besi atau baja digunakan.
Beberapa yang dapat kita sebutkan, misalnya pada industri peralatan listrik dan air, pemrosesan kimia, bahan baku kertas, otomotif, dan trasportasi, pada awalnya kegunaan galvanizing yang
utama adalah untuk mengontrol karat pada besi atau baja. Yang mana saat ini tetap terus digunakan. Lebih dari 150 tahun, Hot Dip Galvanizing telah terbukti secara komersial sebagai metode perlindungan besi atau baja terhadap karat dalam banyak aplikasi di seluruh dunia.
Hot Dip Galvanis yaitu pelapisan seng terhadap baja dengan cara
mencelupkan baja kedalam larutan seng panas dengan tujuan untuk melindungi baja tersebut sehingga tidak mudah terkorosi. Proses ini dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu Degreasing, Acid Pickling, Water Rinsing, Prefluxing, Molten Zing Bath dan Quenching.
a. Degreasing
Pada tahap ini baja di celupkan ke dalam larutan penghilang minyak (Degrease Solution), untuk menghilangkan segala minyak, minyak gemuk, minyak pelumas dari permukaan baja. Bekas-bekas cat mungkin dapat dihilangkan tetapi tidak seluruhnya.
Biasanya larutan penghilang minyak ini adalah alkali panas seperti larutan soda kaustik (NaOH). Tahapan ini berlangsung sekitar 10 menit sampai 30 menit.
b. Acid Pickling
Baja di bersihkan ke dalam larutan asam, proses ini dimaksudkan untuk
menghilangkan karat dan tingkat/skala oksida. Asam Hidrolik(HydrochloricAcid) atau asam Slfurik (Sulphuric Acid) digunakan dalam proses ini. Waktu yang
digunakan dalam proses ini berbeda-beda dari 10 menit sampai beberapa jam tergantung pada produk yang akan di galvanis.
c. Water Rinsing
Setelah dilakukan proses degreasing dan proses Acid Pickling baja kemudian dibilas lagi di dalam air untuk menghilangkan sisa-sisa larutan penghilang minyak dan sisa-sisa asam.
d. Prefluxing
Baja segera dicelupkan ke dalam larutan Preflux (Preflux Solution) yaitu
larutan dari Zinc Ammonium Chlorida di dalam air. Proses ini dimaksudkan untuk menjamin pada proses pencelupan selanjutnya di dalam cairan/leburan seng panas, permukaan baja dan seng dapat bereaksi dalam bentuk lapisan seng yaitu sempurna.
e. Molten Zinc Bath
Setelah proses pencucian, baja kemudian di galvanis dengan mencelupkannya ke dalam leburan seng dengan temperature sekitar 450°C. Selama proses pencelupan di dalam bak galvanis berlangsung reaksi metalurgi antara seng dan permukaan baja. Reaksi ini menghasilkan lapisan paduan baja seng (Zinc-Iron Alloy) pada baja. Ketika ditarik dari bak galvanis (Zinc Bath), lapisan dari leburan seng juga ikut terbawa dengannya dan lapisan seng ini akan mengeras ketika baja menjadi dingin sehingga pada akhirnya lapisan galvanis terdiri dari paduan lapisan dimana
merupakan lapisan seng. Kombinasi tersebut disebut lapisan galvanis.
Lamanya waktu yang di perlukan di dalam bak galvanis tergantung sampai
beberapa lama memanaskan baja hingga mencapai temperatur galvanis sekitar 450°C.
Lebih tebal baja tersebut lebih lama waktu yang dibutuhkan untuk memanaskan baja, sebagai contoh baja dengan ketebalan 2 mm hingga 3 mm membutuhkan kira-kira 3 menit untuk menggalvanis, baja dengan tebal 5 mm hingga 8 mm kira-kira 5 menit hingga 6 menit, untuk baja dengan tebal 20 mm sekitar 10 menit atau lebih jika diperlukan.
Tebal lapisan sangat penting karena ini menentukan umur proteksi atas korosi (Corrosion Protection Life). Keistimewaan proses galvanis pada sebagian besar kualitas dan tipe baja adalah pada mula pembentukan galvanis berjalan dengan cepat kemudian reaksi menurun pada waktu berjalan. Dengan kata lain tebal dari lapisan lebih kurang mengatur sendiri (Self Regulating) atau mengawasi sendiri (Self
Controlling). Di dalam prakteknya pencelupan baja di dalam bak galvanis biasanya berlangsung sampai reaksi mulai menurun.
f. Quenching
Setelah melalui proses gavanis baja kemudian didinginkan. Umumnya baja
cepat mendingin dengan cara merendamnya ke dalam bak air. Dalam tahapan ini umumnya ditambahkan kromat (Chromate) ke dalam bak air. Endapan kimia kromat ini akan membetuk lapisan yang sangat tipis (Very Thin Layer) pada lapisan galvanis dan memberikan keuntungan tambahan atas proteksi terhadap korosi. Kadang-kadang tidak tepatmendinginkan baja ke dalam air karena resiko distorsi dari baja. Untuk kasus seperti ini baja yang telah digalvanis itu didinginkan secara lambat di udara terbuka.
Setelah proses pendinginan baja yang telah di galvanis diperiksa untuk
menjamin kualitas sebagaimana kualitas yang telah ditetapkan oleh standar galvanis. Pemeriksaan akhir (Fini
ssihing) tersebut antara lain:
Pertama, minimum tebal lapisan atau setara dengan tebal lapisan yang harus dicapai. Biasanya tebal-tebal lapisan tersebut dapat dengan mudah dicapai oleh pabrik galvanis.
Kedua, syarat-syarat permukaan akhir (Surface Finish),sepanjang ini dapat
mempengaruhi performance, dalam hal ini lapisan harus halus, kontinyu dan terlepas dari kesalahan-kesalahan fatal sehingga dapat merugikan proteksi terhadap korosi.
Syarat-syarat ini dapat secara sederhana dinilai melalui
pemeriksaan visual. Area-area yang luas yang tidak terlapisi harus digalvanis ulang sedangkan area kecil yang tidak terlapisi dengan sempurna dapat diperbaiki dengan menggunakan cat (Zinc Rich Paint) yaitu cat yang
mengandung lebih dari 90% bubuk seng. Cat yang mengandung Zinc powder akan membalut baja, memberikan perlindungan yang sama terhadap korosi karena seng digunakan untuk menggalvanis baja. Untuk penggunaan ini Zinc Rich Paint kadang disebut sebagai “Cold Galvanis” karena hanya dengan proses pengecatan dan tidak melalui proses pencelupan dengan temperatur 450°C. Derajat yang layak dari kehausan lapisan telah ditetapkan di dalam standar. Area yang sangat keras dapat diperhalus dengan sikat kawat, dikikir
atau digerinda.
Ketiga, lapisan galvanis haruslah cukup mele
kat pada baja sehingga dapat menahan pada saat handling yang normal tanpa terkelupas atau terkoyak. Jadi lapisan tidak boleh terlepas dari baja selama handling biasa, pengangkutan
atau selama pemasangan. Pengujian dapat dilakukan pada daya pelekatan (Adhesion) tapi sangat jarang dilakukan karena pada umumnya lapisan
galvanis sangat kuat melekat.
g. Galvanizing
Semua besi atau baja yang akan di galvanis harus ditangani dengan khusus
agar tidak terjadi kerusakan secara mekanik dan juga untuk meminimalkan resiko distorsi.
Bentuk atau rancangan besi atau baja yang kemungkinan akan menimbulkan
masalah pada proses galvanis harus diinformasikan terlebih dahulu.
Parameter galvanis seperti temperatur, waktu pencelupan, dan pengeluaran dari bak galvanis harus disesuaikan dengan jenis besi atau baja tersebut.
Kandungan komposisi seng (Zn) pada bak galvanis tidak boleh kurang dari 98% Zn.
h. DPN ( Diamond Pyramid Number )
DPN merupakan pengukuran kekerasan progresif, semakin tinggi angkanya
semakin tinggi kekerasannya. Umumnya, lapisan Gamma, Delta, dan Zeta adalah lebih keras daripada bahan besi di bawah lapisan tersebut. Kekerasan dari lapisan dalam inilah yang menjadi pelindung yang kuat dari kerusakan lapisan akibat abrasi.
BAB III
PENUTUP
DAFTAR PUSTAKA
http://www.mychemistry21.ga/2018/07/proses-pembuatan-baja-kimia-zat-padat.htmldan untuk pembahasan kimia lainnya kunjungi http://www.chemistryjff.ga/dan http://www.mychemistry21.ga/dan akun youtube membahas soalhttps://www.youtube.com/channel/UC6R_IL56KxpZeaYfSFTTU7w

