Al-islam
& kemuhammadiyahan (AIKA)
Soal
1. Carilah ayat yang menyangkal bahwa
Siti Aisyah bukan penzina.
2. Manusia merupakan dalil ter-tinggi
& malaikat, sebutkan tujuan manusia di ciptakan.
3. Buktikan bahwa agama islam bukan
ke-budayaan.
Jawaban
(jawaban)
No.1
ٱلۡخَبِيثَٰتُ
لِلۡخَبِيثِينَ
وَٱلۡخَبِيثُونَ
لِلۡخَبِيثَٰتِۖ وَٱلطَّيِّبَٰتُ
لِلطَّيِّبِينَ وَٱلطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَٰتِۚ أُوْلَٰٓئِكَ مُبَرَّءُونَ مِمَّا يَقُولُونَۖ لَهُم مَّغۡفِرَةٞ وَرِزۡقٞ كَرِيمٞ ٢٦
alkhabiitsaatu lilkhabiitsiina
waalkhabiitsuuna lilkhabiitsaati waalththhayyibaatu lilththhayyibiina
waalththhayyibuuna lilththhayyibaati ulaa-ika mubarrauuna mimmaa yaquuluuna
lahum maghfiratun warizqun kariimun..Artinya: “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula). Wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia.” (an-Nur: 26)
(jawaban) No.2
1. Mengilmui Tentang Allah
Allah Ta’ala
berfirman
اللَّهُ
الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ وَمِنَ الأرْضِ مِثْلَهُنَّ يَتَنَزَّلُ الأمْرُ
بَيْنَهُنَّ لِتَعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ وَأَنَّ
اللَّهَ قَدْ أَحَاطَ بِكُلِّ شَيْءٍ عِلْمًا
“Allah lah yang menciptakan tujuh langit
dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu
mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan
sesungguhnya Ilmu Allah benar-benar meliputi segala sesuatu.” (QS. Ath
Thalaq: 12).
Allah
menceritakan bahwa penciptaan langit dan bumi, agar manusia mengetahui tentang
ke Maha Kuasaan Allah Ta’ala, bahwa Allah lah pemilik jagad raya ini
dengan ilmu Allah yang sempurna. Tidak ada satu pun yang terluput dari ilmu dan
pengawasan Allah, karena ilmu Allah meliputi segala sesuatu
2. Untuk Beribadah Kepada Allah Semata
Allah Ta’ala
berfirman
وَمَا
خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ
“Dan
tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka
menyembah-Ku”. (QS. Adz Dzariyat: 56).
Ayat di atas
jelas menyebutkan tujuan diciptakan manusia adalah untuk beribadah, hanya
menyembah Allah semata. Ayat ini mengisyaratkan pentingnya tauhid, karena
tauhid adalah bentuk ibadah yang paling agung, mengesakan Allah dalam ibadah.
Ayat ini
juga mengisyaratkan pentingnya beramal, setelah tujuan pertama manusia
diciptakan adalah agar berilmu. Maka buah dari ilmu adalah beramal. Tidaklah
ilmu dicari dan dipelajari kecuali untuk diamalkan. Sebagaimana pohon, tidaklah
ditanam kecuali untuk mendapatkan buahnya. Karena ilmu adalah buah dari amal.
Agama islam bukanlah kebudayaan, sebab ia bukan hasil daripada tenaga fikiran dan tenaga lahir manusia.Tetapi islam mendorong berkebudayaan dalam berfikir, berekonomi, berpolitik, bergaul, bermasyarakat, berpendidikan, menyusun rumah tangga dan lain lain.
Dalam Agama Islam, bahwa Islam adalah wahyu. Jadi bukan satu system teology, karena logi =ilmu, science, studies. Dan Islam bukanlah ilmu, Karen ilmu adalah salah satu cabang daripada kebudayaan, dan ciptaan manusia.
Dalam Islam, unsur-unsur kebudayaan “terlarang masuk ke dalam [ajaran] agama”. Misalnya saja, orang dapat melakukan shalat langsung kepada Allah tanpa disertai media nyanyian, tarian, saji-sajian, dan unsurunsur kebudayaan lainnya. Dengan demikian, agama Islam tetap terpelihara dan terjaga kemurnian dan keasliannya, tidak tercampuri oleh adanya anasiranasir kebudayaan yang hendak menyusup dan disusupkan ke dalam agama. Maka, setiap unsur kebudayaan yang hendak menyusup dan disusupkan ke dalam agama ia pasti ditolak dan akan diketahui karena agama Islam dapat dibedakan dengan hal-hal yang bukan agama