TUGAS 1: DESAIN PONDASI I
GEOTEXTILE UNTUK PERKUATAN KONSTRUKSI TANAH
KATA PENGANTAR
Tugas makalah dengan judul “GEOTEXTILE UNTUK KONSTRUKSI TANAH” ini ditujukan kepada Dosen saya Bpk. Basirun, ST, MT untuk memenuhi Tugas mata kuliah DESAIN PONDASI 1. Adapun makalah “GEOTEXTILE UNTUK KONSTRUKSI TANAH” meliputi prihal: 1. Perkuatan Lereng, 2. Perkuatan Jalan, 3. Dinding Saluran, dan 4. Konstruksi lain-nya.
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR...................................................................................................... 1
DAFTAR ISI..................................................................................................................... 1
PENGERTIAN GEOTEXTILE & JENIS-JENIS NYA........................................... 2
FUNGSI GEOTEXTILE.............................................. ........................................... 2-4
I. GEOTEXTILE UNTUK PERKUATAN LERENG TANAH......................5-6
II. GEOTEXTILE UNTUK PERKUATAN JALAN.......................... ............7-8
III. GEOTEXTILE UNTUK DINDING SALURAN.......................... ............ 9
IV. GEOTEXTILE UNTUK KONSTRUKSI LAIN-LAIN.............................10
PENUTUP..................................................................................................................... 11
KESIMPULAN............................................................................................................ 11
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................................. 11
Ø PENGERTIAN GEOTEXTILE & JENIS-JENIS NYA
Geotextile (Geotekstil / Filter Fabrics) adalah salah satu bahan Geosynthetics (Geosintetik) yang tembus air, yang dapat digunakan / berfungsi sebagai separator, filter, proteksi, dan perkuatan. Bahan dasar pembuatannya adalah Polyesther atau Polyprophilene. Secara umum terbagi menjadi dua jenis : Non Woven dan Woven.
a. Geotextile Non Woven berbentuk seperti kain dan tidak teranyam.
b. Geotextile Woven berbentuk seperti terpal / karung beras dan teranyam.
2. FUNGSI GEOTEXTILE
a. Filter / Penyaring
Sebagai filter, Geotextile Non Woven berfungsi untuk mencegah terbawanya partikel-partikel tanah pada aliran air. Karena sifat Geotextile Non Woven adalah permeable (tembus air) maka air dapat melewati Geotextile tetapi partikel tanah tertahan. Aplikasi sebagai filter biasanya digunakan pada proyek-proyek subdrain (drainase bawah tanah).
b. Separator / Pemisah
Sebagai separator atau pemisah, Geotextile Non Woven berfungsi untuk mencegah tercampurnya lapisan material yang satu dengan material yang lainnya.
Contoh penggunaan Geotextile sebagai separator adalah pada proyek pembangunan jalan di atas tanah dasar lunak (misalnya berlumpur). Pada proyek ini, Geotextile mencegah naiknya lumpur ke sistem perkerasan, sehingga tidak terjadi pumping effectyang akan mudah merusak perkerasan jalan. Selain itu keberadaan Geotextile juga mempermudah proses pemadatan sistem perkerasan.
c. Perkuatan / Reinforcement
Misalnya dipakai pada proyek-proyek timbunan tanah, perkuatan lereng dll. Fungsi ini sebenarnya masih menjadi perdebatan dikalangan ahli geoteknik, sebab Geotextile bekerja menggunakan metode membrane effect yang hanya mengandalkan tensile strength (kuat tarik) sehingga kemungkinan terjadinya penurunan setempat pada timbunan, masih besar, karena kurangnya kekakuan bahan. Apalagi sifat Geotextile yang mudah mulur terutama jika terkena air (terjadi reaksi hidrolisis) menjadikannya rawan sebagai bahan perkuatan lereng.
d. Lain-lain
Fungsi Geotextile yang lain adalah sebagai pengganti karung goni pada proses curingbeton untuk mencegah terjadinya retak-retak pada proses pengeringan beton baru.
I. GEOTEXTILE UNTUK PERKUATAN LERENG TANAH
Lereng Tanah Yang diperkuat
a. Pendahuluan
Lereng tanah yang diperkuat merupakan suatu bentuk stabilisasi tanah secara mekanis dengan menggunakan elemen perkuatan sebidang dalam suatu struktur lereng yang mempunyai kemiringan muka kurang dari 70° sampai 90° diklasifikasikan sebagai dinding penahan.
b. Fungsi dan Aplikasi Lereng Tanah yang Diperkuat.
Fungsi utama dari lereng tanah yang diperkuat adalah:
1. Meningkatkan stabilitas lereng, terutama jika diinginkan sudut kemiringan lereng lebih besar tetapi aman dibandingkan dengan lereng yang tidak diperkuat, atau setelah terjadinya keruntuhan. Jenis drainasi yang dipakai adalah pipa berlubang (perforated pipes) yang dibungkus dengan nonwoven geotextile sebagai filtrasi dan dihubungkan dengan saluran drainasi dari agregat kasar. Dapat pula digunakan system geokomposit untuk saluran.
2. Fungsi dari geosintetik yang ditempatkan di tepi lereng timbunan yang dipadatkan adalah untuk memberikan tahanan lateral selama pemadatan timbunan. Meningkatnya tahan lateral memungkinkan terjadinya peningkatan kepadatan tanah dan meningkatkan pengurugan (confinement) lateral untuk tanah muka lereng. Perkuatan tepi tersebut juga memungkinkan beroperasinya alat berat secara aman di tepi lereng. Untuk timbunan dengan tanah kohesif, dapat digunakan geosintetik nir tenun (tak teranyam) / nowoven geotextile, yang sebidang dengan perkuatan, sehingga dapat mengantisipasi tekanan pori di dalam timbunan yang dipadatkan.
c. Keuntungan ekonomis dari perkuatan lereng diantaranya:
· Mengurangi pemakaian lahan karena lereng dengan perkuatan dapat lebih tegak;
· Mengurangi volume bahan timbunan;
· Memungkinkan digunakannya timbunan dengan kualitas yang lebih rendah;
· Mengurangi biaya untuk element-elemen penutup (facing) seperti yang diperlukan dalam dinding yang distabilisasi secara mekanis.
d. Lereng yang diperkuat diantaranya diaplikasikan pada pekerjaan-pekerjaan sebagai berikut :
1. Konstruksi timbunan jalan baru
2. Pelebaran timbunan jalan lama
3. Perbaikan keruntuhan
e. Lereng tanah yang diperkuat dapat pula diaplikasikan dalam kontruksi sebagai berikut ini :
1. Stabilisasi permukaan di hulu/hilir dan peningkatan tinggi bendung;
2. Konstruksi tanggul permanen dan struktur pemantau banjir sementara;
3. Semakin tegaknya timbunan abutmen dan pengurangan bentang jembatan;
4. Pelebaran jalan sementara untuk pembuatan jalan memutar;
5. Konstruksi timbunan menggunakan tanah berbutir halus yang jenuh air.
II. GEOTEXTILE UNTUK PERKUATAN JALAN
a. Pendahuluan
Struktur tanah mengacu pada susunan tanah yang dipisahkan menjadi satuan yang disebut agregat tanah. Agregat memiliki padatan dan ruang pori. Agregat dipisahkan oleh bidang lunak dan didominasi oleh partikel tanah liat. Partikel pasir halus juga bisa menjadi bagian agregat. Agregat bertindak seperti partikel lanit atau pasir yang lebih besar tergantung pada ukurannya.
b. Tipe Struktur Tanah
Susunan agregat tanah akan memberikan bentuk yang berbeda pada struktur tanah. Proses alami yang membantu pembentukan agregat adalah:
· Pembasahan dan pengeringan
· Pembekuan dan pencairan
· Aktivitas mikroba yang membantu peluruhan bahan organik
· Aktivitas akar dan hewan tanah
c. Pengolahan Tanah
Pengolahan tanah kemungkinan mempengaruhi struktur lapisan olah kearah yang menguntungkan ataupun merugikan. Pengolahan tanah pada kondisi kelewat basah/tergenang akan merusak struktur tanah terutama tanah dengan kandungan lempung tinggi. Mengolah tanah dalam keadaan terlalu kering juga akan merusak struktur tanah (tanah berpasir).
Bahan sintetik polimer yang mempunyai berat molekul tinggi banyak digunakan untuk memperbaiki struktur tanah, meningkatkan daya kohesi partikel tanah berpasir atau melonggarkan agregat tanah lempung. Ada banyak macam bahan geosynthetics yang digunakan untuk memperbaiki permeabilitas dan daya menahan lengas untuk meningkatkan ketersedian air , meningkatkan stabilitas struktur dan mempertahankan tanah dari kerusakan akibat erosi.
III. GEOTEXTILE UNTUK DINDING SALURAN
Geotekstil pada sistem drainase berfungsi untuk mencegah terbawanya butiran halus tanah dasar beserta aliran air tanah kedalam saluran yang akan membahayakan konstruksi karena tanah dasar akan mengalami erosi dan berkemungkinan akan mengalami keruntuhan disekitar daerah yang ter-erosi dan mencegah tersumbatnya (clogging) pori-pori butiran tanah dasar.
APLIKASI
· - Drainase pada dasar dan tepi jalan
· - Drainase pada lereng
· - Drainase pada dasar lapangan (lapangan bola, baseball), dll.
IV. GEOTEXTILE UNTUK KONSTRUKSI LAIN-LAIN
1. PADA PANTAI
Pada pantai, Geotextile Non Woven yang dikombinasikan dengan batu atau tetrapod dapat digunakan sebagai penahan erosi, sehingga pasir tidak terbawa arus atau ombak. Dan dapat juga dipasang dibawah tumpukan batu / tetrapod pada breakwater / pemecah gelombang. Fungsi Non Woven Geotextile disini sebagai filter dan separator.
2. PADA JALUR KERETA API
Pada jalur kereta api, geotextile dapat digunakan sebagai separator antara tanah dasar dengan batu-batu pecah (balast), sehingga lapisan balast terjaga ketebalan dan karakteristiknya. Dan akhirnya terciptalah jalur yang kuat.
3. PEMELIHARAAN BETON
Geotextile dapat digunakan bahan pemeliharaan beton setelah pengecoran (curing) sebagai pengganti karung goni. Proses curing berguna untuk mencegah hilang nya air pada beton saat beton bereaksi / mengeras (proses oksidasi), agar mutu beton yang direncanakan bisa tercapai dari sisi kualitas dan waktu.
PENUTUP
Kesimpulan,
Pelaksanaan konstruksi jalan di atas lahan basah dengan perkuatan geotextile dapat menghindarkan terjadinya keruntuhan lokal pada tanah lunak karena rendahnya daya dukung tanah. Keuntungan pemasangan geotextile pada pelaksanaan jalan di atas tanah lunak adalah kecepatan dalam pelaksanaan dan biaya yang relatif lebih murah di bandingkan dengan metoda penimbunan konvensional.
~ ~ ~
DAFTAR PUSTAKA
Referensi,